IHSG Anjlok Usai Wacana MSCI Pakai Data KSEI, Saham Jumbo Terkoreksi


28 Okt 2025/wizdan ulum/berita/2879 View

IHSG anjlok usai munculnya wacana MSCI yang berencana menggunakan data KSEI untuk menghitung free float saham mulai Mei 2026. Langkah ini memicu kekhawatiran investor terhadap perubahan komposisi indeks, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (saham jumbo) yang selama ini mendominasi pasar.

 

Wacana MSCI dan Dampaknya ke Pasar

MSCI (Morgan Stanley Capital International) dikabarkan akan mengubah metode perhitungan free float-adjusted market capitalization dengan mengacu pada data KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Rencana ini diumumkan pada akhir Oktober 2025 dan langsung menjadi sorotan di pasar modal Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan transparansi data kepemilikan publik, namun di sisi lain dapat mengubah bobot saham dalam indeks MSCI.

 

Reaksi Pasar Saham

Pasar langsung bereaksi negatif terhadap kabar ini. Pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025IHSG turun tajam lebih dari 2 persen setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, ASII, dan TLKM menjadi penekan utama indeks.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar karena mengantisipasi penyesuaian portofolio akibat potensi perubahan komposisi indeks MSCI Indonesia.

 

Saham Jumbo yang Terimbas

Beberapa saham yang tercatat mengalami tekanan besar antara lain:

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia) melemah lebih dari 3 persen.
     
  • BMRI (Bank Mandiri) turun mendekati 4 persen.
     
  • ASII (Astra International) dan TLKM (Telkom Indonesia) ikut tergelincir.
    Penurunan ini disebabkan kekhawatiran bahwa saham-saham dengan kepemilikan publik relatif kecil akan kehilangan bobot dalam indeks.

 

Pandangan Analis

Beberapa analis menilai reaksi pasar masih bersifat psikologis dan sementara. Menurut laporan dari berbagai lembaga riset, perubahan metodologi MSCI justru berpotensi meningkatkan kepercayaan investor asing jangka panjang, karena perhitungan berdasarkan data KSEI dianggap lebih akurat.
Namun, dalam jangka pendek, volatilitas pasar masih akan tinggi hingga kejelasan teknis implementasi kebijakan ini dipublikasikan.

 

Upaya Penstabilan IHSG

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KSEI tengah berkoordinasi untuk memastikan proses transisi berjalan lancar. Mereka juga menekankan bahwa data KSEI sudah lama menjadi rujukan utama dalam mencatat kepemilikan efek di pasar domestik. Pemerintah dan regulator berharap, setelah fase penyesuaian selesai, IHSG akan kembali stabil seiring dengan meningkatnya transparansi pasar modal Indonesia.

 

BACA JUGA: Cara Daftar dan Cek Pencairan BLT Kesra Rp900.000

 

Wacana penggunaan data KSEI oleh MSCI membawa dampak signifikan terhadap IHSG dan saham-saham besar di Indonesia. Meski menimbulkan gejolak sementara, langkah ini dinilai dapat memperkuat kredibilitas pasar dalam jangka panjang. Investor disarankan tetap berhati-hati dan fokus pada fundamental emiten sambil menunggu kejelasan resmi dari MSCI.