Netizen Sindir Proyek Whoosh, Cepat Keretanya Tapi Utangnya Lebih Ngebut


07 Nov 2025/wizdan ulum/berita/552 View

Kereta Cepat Whoosh kembali jadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Setelah muncul pernyataan soal “dosa fiskal” dan beban utang proyek yang dinilai membebani negara, netizen langsung ramai melontarkan keluhan dan sindiran pedas.

Isu ini mencuat setelah mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan menyinggung soal pendanaan proyek yang tidak seharusnya ditanggung APBN. Ucapannya memantik berbagai reaksi, mulai dari kritik tajam hingga komentar satir dari publik online.

 

Katanya Gak Pakai Uang Negara Tapi Kok APBN yang Kena?

Komentar semacam itu mendominasi linimasa media sosial X (Twitter). Banyak netizen merasa kecewa karena proyek yang dulu digadang-gadang sebagai simbol kemajuan transportasi Indonesia justru masih menyisakan beban finansial besar.

“Cepat sih, tapi bayarnya lama,” tulis salah satu akun dengan nada kesal.

Akun lain menyindir,

“Dulu bangga punya kereta cepat, sekarang siapa yang bangga bayar bunganya?”

Ada juga yang menyoroti janji lama bahwa proyek ini tidak akan memakai dana APBN.

“Katanya full investasi, eh ujung-ujungnya rakyat juga yang nombok,” tulis pengguna lain yang disukai ribuan kali.

 

Sarkasme dan Meme Jadi Pelampiasan Warganet

Tak hanya lewat tulisan, sejumlah netizen kreatif juga membanjiri media sosial dengan meme satir. Ada yang menggambarkan kereta Whoosh sedang dikejar tagihan utang, ada pula yang menulis,

“Whoosh: Wujud Hutang Orang-Orang Sombong Heboh.”

Humor khas netizen Indonesia pun kembali muncul.

“Kereta cepatnya lewat, tapi logika ekonominya masih tertinggal,” tulis akun lain dengan emoji tertawa.

Beberapa pengguna juga menyindir gaya pejabat yang dulu ramai berfoto di dalam kereta.
“Dulu senyum di gerbong, sekarang pura-pura gak dengar pas ditanya soal utang,” tulis komentar yang viral di Facebook.

 

Pemerintah Diminta Transparan Soal Pembiayaan Proyek

Meski dibalut guyonan, sebagian warganet tetap menuntut transparansi pemerintah. Mereka berharap pemerintah menjelaskan secara terbuka mengenai total biaya proyekpembagian tanggung jawab, dan cara pembayaran utang ke China.

“Bukan anti kemajuan, tapi rakyat berhak tahu berapa sebenarnya yang kita bayar,” tulis seorang pengguna di kolom komentar berita daring. Beberapa pengamat ekonomi juga menilai proyek infrastruktur besar semestinya diaudit menyeluruh agar tidak terus menimbulkan polemik publik.

 

BACA JUGA: Kontroversi Nessie Judge dan Penggunaan Foto Junko Furuta dalam Konten Halloween

 

Netizen, Kereta Cepat Masalahnya Lebih Cepat Datang

Gelombang sindiran netizen belum menunjukkan tanda-tanda reda. Meski sebagian mendukung proyek ini sebagai langkah modernisasi transportasi, mayoritas justru menyoroti dampak ekonominya.

“Kereta cepatnya luar biasa, tapi tagihan bunganya bikin merinding,” tulis warganet.
 “Cepat boleh, asal jangan sampai nyeret generasi berikutnya,” tambah akun lain yang disertai emoji nangis dan dompet kosong.

 

Hingga kini, isu tentang utang proyek Kereta Cepat Whoosh masih terus menjadi bahan perdebatan di dunia maya. Satu hal yang jelas, kecepatan kereta tampaknya tak mampu menandingi cepatnya netizen menyindir di media sosial.