Operasi Zebra 2025 Digelar Serentak 17–30 November untuk Tingkatkan Ketertiban Lalu Lintas


17 Nov 2025/wizdan ulum/berita/5984 View

Operasi Zebra 2025 dilaksanakan secara nasional pada 17 hingga 30 November 2025. Tujuan utamanya adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Selain penindakan, Polri menekankan pentingnya edukasi dan pembinaan terhadap masyarakat.

 

Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi ini mengedepankan metode preemtif, preventif, dan edukatif. Petugas di lapangan diarahkan untuk tetap tegas namun humanis saat menghadapi pelanggaran. Untuk memastikan kesiapan, sejumlah Polda melakukan simulasi Tactical Floor Game guna mematangkan koordinasi personel.

 

Sasaran Utama Pelanggaran

Pelanggaran yang menjadi fokus utama operasi ini adalah pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sasaran tersebut mencakup:

  • Tidak menggunakan helm SNI
     
  • Tidak memakai sabuk pengaman
     
  • Melanggar lampu merah dan rambu lalu lintas
     
  • Menggunakan ponsel saat berkendara
     
  • Kendaraan tidak laik jalan
     
  • Balap liar
     
  • Pelanggaran muatan kendaraan barang

Penindakan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, sehingga petugas dapat langsung menindak jika menemukan pelanggaran yang jelas terlihat.

 

Penerapan Tilang Elektronik dan Manual

Operasi Zebra 2025 tetap menggunakan dua mekanisme penindakan yaitu ETLE (tilang elektronik) dan tilang manual.

  • ETLE menjadi metode utama, digunakan untuk memastikan proses penegakan hukum lebih akurat dan transparan.
     
  • Tilang manual digunakan terbatas di wilayah yang belum terpasang kamera ETLE.
     

Penerapan Hunting System

Salah satu metode utama yang digunakan dalam Operasi Zebra 2025 adalah hunting system. Dalam metode ini, petugas tidak melakukan razia dengan menghentikan kendaraan di satu titik, melainkan berpatroli berkeliling untuk mencari pelanggaran yang terlihat secara langsung.

Beberapa keunggulan hunting system yang ditekankan Polri, antara lain:

  • Lebih efektif menangani pelanggaran kasat mata seperti penggunaan ponsel, helm, sabuk pengaman, dan pelanggaran marka.
     
  • Mengurangi potensi kemacetan, karena tidak ada penumpukan di lokasi razia.
     
  • Memastikan petugas lebih dinamis, bergerak ke titik-titik rawan kecelakaan dan pelanggaran.
     
  • Memberikan efek jera lebih cepat karena pelanggar tidak dapat menghindar dari titik tertentu.

Dengan sistem ini, pelanggar yang ditemukan langsung diberi teguran atau ditilang di tempat, bergantung tingkat pelanggarannya.

 

Tujuan Utama Operasi Zebra 2025

Operasi ini memiliki sejumlah tujuan strategis:

  1. Memastikan kesiapan Operasi Lilin menjelang perayaan Nataru.
     
  2. Meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat melalui tindakan edukatif.
     
  3. Menurunkan angka kecelakaan dan potensi fatalitas.
     
  4. Penataan data kendaraan, terutama yang terjaring pelanggaran.
     

BACA JUGA: Makna dan Sejarah Hari Pelajar Internasional

 

Himbauan Penting untuk Pengendara

Untuk menghadapi Operasi Zebra 2025, pengendara diimbau untuk:

  • Memeriksa kelengkapan surat kendaraan
     
  • Menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman
     
  • Tidak memakai ponsel saat berkendara
     
  • Mematuhi rambu dan marka jalan
     
  • Tidak mengemudi ugal-ugalan
     
  • Memastikan kendaraan dalam kondisi baik

Sistem ETLE aktif 24 jam, sehingga pelanggaran tetap dapat terekam tanpa kehadiran petugas.

 

Dukungan Masyarakat Dibutuhkan

Polri menekankan bahwa keberhasilan Operasi Zebra 2025 sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat. Pengendara diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan, mematuhi aturan, dan membantu mewujudkan budaya tertib lalu lintas demi keselamatan bersama.