Perkembangan Terkini Saham BMRI Bank Mandiri dan Analisis Peluang Investasinya


09 Sep 2025/wizdan ulum/Informasi/10099 View

Bank Mandiri (BMRI) merupakan bank BUMN terbesar di Indonesia, berdiri sejak Oktober 1998 melalui penggabungan empat bank negara. BMRI melayani berbagai segmen seperti perbankan korporasi, ritel, syariah, serta jasa treasury dan internasional. Perusahaan ini memegang aset signifikan dan memiliki jaringan luas, termasuk cabang di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, dan beberapa negara lainnya.

 

Pergerakan Harga Terbaru

Pada awal September 2025, harga saham BMRI menunjukkan tren korektif yang cukup tajam:

8 September 2025

Harga turun ke level sekitar Rp 4.490, koreksi sekitar −4,06 %, setelah sempat menyentuh Rp 4.750.

9 September 2025

Harga berada di kisaran Rp 4.440, turun lagi ±1 % dari hari sebelumnya.

 

Faktor Pemicu Penurunan

Salah satu pemicu utama koreksi ini adalah reshuffle kabinet yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pengumuman ini memicu sentimen negatif pada saham-saham perbankan pelat merah, termasuk BMRI. Selain itu, BMRI juga menjadi salah satu saham paling banyak dijual oleh investor asing pada tanggal tersebut.

 

Dampak Terhadap Indeks dan Sentimen Pasar

Koreksi BMRI turut berkontribusi pada pelemahan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hingga sekitar −1,28 % atau penurunan ~100 poin ke level 7.766. Di Indeks Bisnis-27, saham BMRI termasuk di antara konstituen yang melemah saat pembukaan perdagangan pada 9 September 2025.

 

Kondisi Fundamental Saat Ini

Menurut data per September 2025:

Kapitalisasi pasar BMRI mencapai sekitar IDR 410–415 triliun, menempati posisi ketiga di industri perbankan dalam negeri.
 

Rasio keuangan seperti NPL (non-performing loan), ROE, serta modal peraturan tercantum dalam laman Investor Relations BMRI — net profit sekitar Rp 13,2 triliun, ROE ± 18,9 %, CAR ± 18,5 % (per Maret 2025).
 

Dividen terakhir mencerminkan imbal hasil cukup tinggi, sekitar 9,96 % TTM dengan payout ratio sekitar 78 %.
 

Analisis dan Proyeksi

Meski harga saat ini menurun, analis memperkirakan target wajar saham BMRI ada dalam rentang Rp 3.600–Rp 7.650. Sementara itu, data dari Investing.com menunjukkan bahwa fair value saham BMRI diperkirakan masih under-valued sekitar 19,1 %, dengan estimasi fair value sekitar Rp 5.859,53.

 

Peluang dan Risiko bagi Investor

Peluang:

Koreksi harga memberikan peluang entry point lebih rendah untuk investor yang menilai fundamental tetap kuat.

Tingginya yield dividen bisa menarik investor mencari pendapatan pasif.
 

Risiko:

Sentimen politik dapat terus mempengaruhi harga.

Volatilitas cukup tinggi; BMRI memiliki beta > 1 (mengacu data TradingView menunjukkan volatilitas sekitar 1,8 %).

 

Saham BMRI sedang berada di fase koreksi akibat sentimen politik dan penjualan asing, namun secara fundamental tetap kokoh. Dengan valuasi yang tampaknya relatif murah dan yield dividen yang tinggi, situasi ini mungkin menjadi kesempatan investasi bagi investor jangka menengah hingga panjang—tentunya dengan memperhatikan potensi risiko volatilitas dan dinamika politik ke depan.