Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III 2025 Capai 5,04 Persen YoY, Namun Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Pertumbuhan ekonomi RI tercatat tumbuh 5,04 persen year-on-year (YoY) pada kuartal III 2025, menurut laporan resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian ini dinilai sejalan dengan ekspektasi pasar, namun masih menunjukkan adanya tekanan pada sisi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
Para analis menilai bahwa pertumbuhan di atas lima persen tetap menjadi pencapaian positif di tengah kondisi global yang belum stabil. Namun, secara kuartalan, laju pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sempat mencapai 5,08 persen.
Sektor yang Mendorong Pertumbuhan
Kontribusi utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Ketiganya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Selain itu, peningkatan aktivitas ekspor komoditas unggulan seperti batu bara dan minyak sawit turut menopang kinerja perekonomian. Meski demikian, penurunan harga komoditas global membuat efek dorongnya tidak sebesar tahun sebelumnya.
Beberapa sektor lain seperti pariwisata dan transportasi juga menunjukkan pemulihan yang konsisten seiring meningkatnya mobilitas masyarakat setelah pandemi. Namun, peningkatan di sektor-sektor tersebut belum cukup untuk mengimbangi pelemahan daya beli pada lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Daya Beli dan Konsumsi Rumah Tangga Belum Pulih
Meskipun angka pertumbuhan ekonomi tampak positif, daya beli masyarakat masih melemah. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan biaya transportasi, yang menekan pengeluaran rumah tangga.
Para ekonom juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi belum merata karena sebagian besar peningkatan PDB masih didorong oleh investasi dan ekspor, bukan dari konsumsi domestik. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi yang tercatat belum benar-benar “menetes ke bawah” dan dirasakan oleh masyarakat umum.
BACA JUGA: Hasil Putusan MKD DPR RI Tegaskan Sanksi Etik untuk Tiga Anggota Dewan
Analisis Ekonom dan Prospek Kuartal Berikutnya
Menurut sejumlah ekonom, seperti yang dikutip dari Stockbit Snips dan Kompas.id, kinerja ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif, namun tantangan ke depan cukup besar. Mereka menilai bahwa inflasi yang masih tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah dapat menahan laju pertumbuhan konsumsi masyarakat di kuartal IV 2025.
Beberapa ekonom juga memperingatkan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas daya beli, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat. Dukungan terhadap sektor UMKM dan kebijakan subsidi energi dinilai menjadi kunci dalam mempertahankan momentum pertumbuhan.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi RI 5,04 persen YoY pada kuartal III 2025 menunjukkan bahwa ekonomi nasional masih tangguh di tengah ketidakpastian global. Namun, tantangan di sisi daya beli dan distribusi pertumbuhan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.
Diperlukan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga inklusif dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Recent Posts
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kuliah... 24.03.2026/10 View
Cara Mengatur Waktu Saat Menjalani Perkuliahan... 23.03.2026/15 View
Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Program Double... 22.03.2026/23 View
Bagaimana Prospek Karier untuk Mahasiswa Lulusan... 21.03.2026/29 View
