Rindu yang Tak Pernah Dikenang

Ada rindu yang sengaja dilupakan. Bukan karena tidak berarti, melainkan karena terlalu menyakitkan untuk diingat.
Di suatu masa yang senyap, aku jatuh hati kepada seseorang yang bahkan tidak tahu betapa dalam aku menyayanginya. Aku menyayanginya seperti hujan mencintai bumi, datang diam-diam, lalu pergi tanpa sempat mengucap apa-apa.
Tak ada yang tahu bahwa aku pernah menatapnya dengan penuh doa. Tak ada yang tahu bahwa setiap langkahnya menjauh, aku menyimpan patah itu rapat-rapat agar tak ada yang melihatku runtuh.
Bukan Karena Tak Dicinta, Tapi Tak Pernah Dipilih
Waktu itu, aku percaya, jika aku cukup tulus, maka semesta akan berpihak. Tapi aku lupa, cinta tak bekerja seperti itu.
Aku lupa, bahwa tidak semua perjuangan berbuah pulang. Ada yang justru membuat kita merasa paling sendirian, bahkan saat berdiri di dekat seseorang yang kita cinta.
Ia memanggilku sahabat. Aku mengangguk, tersenyum… sambil perlahan memotong nadiku sendiri.
Ia bercerita tentang banyak hal, dunia, cita-cita, bahkan perempuan lain.
Dan aku menjadi pendengar terbaiknya, menahan setiap luka seperti seseorang yang sedang menelan bara tanpa suara.
Jika Aku Diam, Bukan Karena Ikhlas
Banyak yang mengira aku kuat. Tapi tidak ada yang tahu, setiap malam aku berbicara dengan Tuhanku tentang seseorang yang bahkan tak pernah bertanya apakah aku bahagia.
Aku masih di sini, menertawakan leluconnya, bersembunyi di balik kata-kata biasa. Karena aku tahu, jika aku menunjukkan sedihku, maka segalanya akan berubah, dan aku tak akan pernah melihatnya lagi.
Maka aku diam. Bukan karena telah ikhlas, tapi karena tidak tahu bagaimana lagi harus berjuang. Aku memilih pergi secara perlahan, tanpa pamit, tanpa menyalahkan.
Aku hanya ingin dikenang… walau sedikit saja.
Beberapa Rindu Memang Harus Mati Sendiri
Kini, ia bahagia. Dan aku? Masih berjalan, mengobati sendiri luka yang bahkan tidak ia tahu telah ia tinggalkan. Aku belajar memaafkan, tapi tidak pernah benar-benar melupakan.
“Karena cinta yang tak pernah diberi tempat, akan mencari rumahnya di kesedihan. Dan aku telah menjadi penghuninya yang paling setia.”
Jadi, jika kau pernah mencintai diam-diam, dan akhirnya hanya bisa menatap punggungnya menjauh… kau tidak sendiri. Aku juga pernah ada di sana, menggenggam rindu yang tak pernah dikenang.
Recent Posts
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kuliah... 24.03.2026/10 View
Cara Mengatur Waktu Saat Menjalani Perkuliahan... 23.03.2026/15 View
Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Program Double... 22.03.2026/23 View
Bagaimana Prospek Karier untuk Mahasiswa Lulusan... 21.03.2026/29 View
