Semen Padang Tahan Imbang Malut United di Laga Dramatis

Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara Semen Padang FC dan Malut United FC berlangsung sengit di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Jumat malam (20/2/2026). Tuan rumah yang berjuang keluar dari zona degradasi berhasil menahan imbang tim tamu yang lebih diunggulkan, berkat dua gol cepat di penghujung laga. Hasil akhir 2-2 ini membuat kedua tim berbagi poin, dengan Semen Padang tetap di posisi ke-16 klasemen sementara dan Malut United di urutan keempat.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Malut United langsung menguasai permainan sejak awal. Gol pembuka datang pada menit ke-21 melalui Tyronne del Pino yang memanfaatkan umpan silang dari Yance Sayuri, disundul Yakob Sayuri, dan rebound dari David da Silva. Keunggulan bertambah menjelang akhir babak pertama, tepatnya menit ke-40, saat Nilson Junior menyundul umpan lambung dari tendangan bebas Igor Inocencio. Semen Padang sempat menciptakan peluang melalui tendangan Kianz Froese pada menit ke-33, tetapi masih bisa diblok kiper Alan Jose. Babak pertama ditutup dengan skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu.
Comeback Dramatis di Babak Kedua
Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, melakukan perubahan taktik signifikan dengan mengganti formasi menjadi lebih menyerang. Pemain seperti Maicon, Ricki Ariansyah, dan Kazaki Nakagawa dimasukkan untuk menambah daya gedor. Meski Malut United sempat mencetak gol yang dianulir karena offside pada menit ke-60, tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Gol balasan pertama dicetak Kianz Froese pada menit ke-87 dari sontekan rebound sundulan Angelo Meneses. Tak lama berselang, Maicon menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-90+1 melalui tendangan keras dari sudut sempit setelah umpan lambung Irysad Maulana. Gol ini sempat ditinjau VAR oleh wasit Nendi Rohendi sebelum dinyatakan sah.
BACA JUGA: Persija Jakarta Tundukkan PSM Makassar 2-1 di Jakarta International Stadium
Insiden dan Reaksi Pelatih
Laga semakin panas di injury time ketika kapten Malut United, Safrudin Tahar, mendapat kartu merah setelah kartu kuning kedua akibat protes selama peninjauan VAR. Total ada delapan kartu kuning dikeluarkan sepanjang pertandingan. Dejan Antonic memuji keberanian timnya yang bermain total menyerang di babak kedua, menyebut hasil ini sebagai hiburan bagi penonton. Sementara itu, pelatih Malut United, Hendri Susilo, menilai imbang 2-2 merupakan hasil adil meski timnya kelelahan menghadapi gempuran lawan.
Dampak pada Klasemen
Dengan hasil ini, Malut United tetap berada di posisi keempat dengan 41 poin dari 12 kemenangan, lima imbang, dan lima kekalahan. Semen Padang mengumpulkan 16 poin dari empat kemenangan, empat imbang, dan 14 kekalahan, masih di zona merah tetapi semakin mendekati posisi aman dengan selisih satu poin dari PSBS Biak. Pertandingan ini menunjukkan semangat juang Semen Padang dalam upaya bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Laga Semen Padang versus Malut United menjadi salah satu pertandingan paling menghibur pekan ini. Dari tertinggal dua gol hingga berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, Semen Padang menunjukkan mental juara dan semangat pantang menyerah di bawah arahan Dejan Antonic. Sementara Malut United, meski kehilangan poin penuh dan kaptennya diusir, tetap mempertahankan posisi kompetitif di papan atas. Hasil imbang 2-2 ini tidak hanya menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan kandang, tetapi juga memberikan harapan baru bagi perjuangan mereka keluar dari zona degradasi. Sepak bola Indonesia kembali membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil selama masih ada waktu di lapangan.
Recent Posts
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kuliah... 24.03.2026/10 View
Cara Mengatur Waktu Saat Menjalani Perkuliahan... 23.03.2026/15 View
Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Program Double... 22.03.2026/23 View
Bagaimana Prospek Karier untuk Mahasiswa Lulusan... 21.03.2026/29 View
