Suka Tak Dibalas Tapi Tetap Ikhlas

Senyumnya Terlalu Mudah Membuatku Lupa Dunia
Dia bukan tipe yang masuk standar kecantikan majalah. Tapi caranya tertawa, caranya bersikap, dan gestur-gestur kecil yang kadang tidak dia sadari, semuanya punya daya tarik yang entah kenapa, bikin aku betah menatap lebih lama dari seharusnya.
Ada ketulusan dalam setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, meski kadang konyol dan spontan. Aku suka melihat dia berceloteh tentang hal-hal remeh. Tentang drama Korea yang dia tonton semalam, tentang temannya yang lupa bawa tugas, atau tentang kucing liar yang dia temui di jalan. Bagi orang lain mungkin biasa, tapi bagiku, itu dunia kecil yang menyenangkan untuk didengarkan.
Dia Tak Pernah Bersikap Sama Saat Bersamaku
Namun, aku sadar satu hal: tawa itu tidak selalu ditujukan padaku. Bahkan, aku jarang jadi alasannya tersenyum. Saat kami berdua, dia tak seceria itu. Bukan karena tak sopan, tapi memang tak sama.
Dengan orang lain, dia hidup, ramai, berwarna. Tapi denganku, dia lebih banyak diam, atau bicara seadanya. Kadang aku bertanya-tanya, mungkin aku tidak cukup menarik, atau terlalu biasa untuk mendapat bagian kecil dari dunianya. Rasanya seperti mengintip dari luar jendela, melihat cahaya yang hangat, tapi tahu bahwa aku bukan bagian dari yang di dalam.
Aku Belajar Mencintai Tanpa Menuntut
Perasaan ini tumbuh sendiri. Tidak aku minta, tidak aku rencanakan. Tapi ia hadir seperti embun yang tiba-tiba melekat di kaca. Aku sempat ingin mencoba mendekat, menyapa lebih sering, membalas candanya, bahkan mencoba membuatnya tertawa dengan versiku sendiri. Tapi hasilnya tak pernah sama.
Dan di titik tertentu, aku berhenti mencoba. Bukan karena menyerah, tapi karena aku sadar: mencintai seseorang bukan berarti harus dimiliki. Kadang cukup dengan hadir, walau hanya sebagai latar. Cukup dengan diam, asal bisa tetap melihatnya bahagia.
Cinta yang Tidak Kembali, Tapi Tidak Juga Hilang
Aku menyukainya karena dia membuat hari-hariku terasa ringan. Dia mengingatkanku bahwa kadang hidup tidak butuh alasan besar untuk terasa berarti. Tapi tidak semua rasa harus diteruskan. Tidak semua tawa harus kita miliki. Dan tidak semua orang yang kita sukai, harus menyukai kita kembali.
Ada kalanya, cinta adalah tentang melepaskan ekspektasi, dan menerima kenyataan. Bahwa aku memang bukan siapa-siapa untuknya. Tapi setidaknya, pernah ada momen kecil di mana aku benar-benar bahagia hanya dengan melihat dia tertawa.
Recent Posts
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kuliah... 24.03.2026/10 View
Cara Mengatur Waktu Saat Menjalani Perkuliahan... 23.03.2026/15 View
Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Program Double... 22.03.2026/23 View
Bagaimana Prospek Karier untuk Mahasiswa Lulusan... 21.03.2026/29 View
