Tips Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kuliah bagi Mahasiswa yang Bekerja


19 Apr 2023/joseflim marcel/Informasi/1261 View

Banyak orang memilih bekerja sambil kuliah agar dapat meraih kestabilan ekonomi di usia yang semakin dewasa. Persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, sehingga perusahaan lebih memilih karyawan dengan lulusan pendidikan tinggi, Work Life Mahasiswa.

 

Pendidikan yang tinggi dapat membuka kesempatan lowongan pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak kuliah. Pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan dapat memengaruhi jenjang karir di tempat kerja.

 

Karyawan yang memilih bekerja sambil kuliah merasa kesulitan untuk membagi waktu dan peran mereka, terutama karena biaya kuliah yang tinggi. Menjalani dua aktivitas tersebut secara bersamaan menjadi beban yang berat, terutama jika jam kuliah dimulai setelah pulang bekerja.

 

Setiap orang harus dapat membagi waktu dan menyeimbangkan antara kerja otak, waktu untuk bersantai, dan belajar, terlepas dari peran mereka sebagai karyawan atau mahasiswa. Menciptakan "work-life balance" adalah kunci untuk menghindari stress berlebih dan hidup produktif.

 

Work-Life Balance atau keseimbangan kehidupan-kerja merupakan kemampuan individu dalam mengatur dan membagi waktu, tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga, dan tanggung jawab lainnya untuk meminimalkan terjadinya konflik antara kehidupan keluarga dan karir serta meningkatkan motivasi, produktivitas, dan loyalitas

 

Work-life balance memiliki arti yang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada prioritas dan tujuan hidup mereka. Sebagai seorang mahasiswa, artinya adalah giat belajar, tetapi tetap bisa bersantai, menjalankan hobi, memiliki waktu bersama teman, tidur yang cukup, dan makan dengan baik meskipun harus menyelesaikan tugas dan target.

 

Menyeimbangkan hidup menjadi tantangan, terutama jika memiliki target seperti lulus tepat waktu. Namun, jika work-life balance dijaga dengan baik, maka dapat memberikan dampak positif seperti mengurangi stres dan risiko kelelahan.

 

1.Membuat skala prioritas

Membuat daftar prioritas kegiatan sebelum memulai hari kerja adalah suatu cara untuk mengatur waktu dengan sistematis dan memastikan bahwa waktu tidak terbuang sia-sia. Mulailah dengan kegiatan yang paling penting dan urutkan kegiatan yang lain secara berurutan.

 

2.Membagi waktu untuk diri sendiri

Sisihkan waktu untuk aktivitas sosial seperti berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, atau untuk mengejar hobi. Menyediakan waktu untuk diri sendiri dan melakukan kegiatan menyenangkan adalah suatu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mencegah stres, serta meningkatkan keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi.

 

3.Membuat batasan pada diri sendiri

Membuat batasan pada diri sendiri adalah penting untuk menjaga kesehatan mental dan menghindari kemarahan, kebencian, dan kelelahan dalam pekerjaan atau hubungan pribadi. Ini merupakan suatu bentuk penghargaan pada diri sendiri, dan meskipun sibuk, membuat batasan diri sangat penting.